Skip ke Konten
Bolabot
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Layanan
    • Ekstrakurikuler
    • Robotik
    • Privat Robotik
    • Konsultasi & Pengembangan Proyek
    • Workshop
    • Seminar
  • Aktivitas
    • E-Learning
    • Acara
    • Artikel
  • Produk
    • KIT dan Komponen Robotik
    • Penerbitan Buku
  • Website Lainnya
    • Profesor Bolabot
    • Kotaro
  • Sign in
  • Hubungi Kami
Bolabot
      • Beranda
      • Tentang Kami
      • Layanan
        • Ekstrakurikuler
        • Robotik
        • Privat Robotik
        • Konsultasi & Pengembangan Proyek
        • Workshop
        • Seminar
      • Aktivitas
        • E-Learning
        • Acara
        • Artikel
      • Produk
        • KIT dan Komponen Robotik
        • Penerbitan Buku
      • Website Lainnya
        • Profesor Bolabot
        • Kotaro
    • Sign in
    • Hubungi Kami
    1. Beranda
    2. Proyek Penelitian
    3. Sistem IoT untuk Precision Agriculture di Lahan Kering
    Penelitian Terapan Sedang Berjalan

    Sistem IoT untuk Precision Agriculture di Lahan Kering

    Smart Irrigation and Soil Monitoring for Dryland Farming

    Dr. Ir. Suryadi Wirawan, M.Agr.
    01 March 2022 - 31 December 2024
    35 bulan
    80.0% selesai
    Info Proyek
    Kategori Penelitian Terapan
    Status Sedang Berjalan
    Mulai 01 Mar 2022
    Selesai 31 Dec 2024
    Kontak

    suryadi.wirawan@university.ac.id

    Website Proyek

    Proyek Terkait
    Pengembangan Microgrid Energi Terbarukan untuk Pulau-Pulau Terluar
    Prof. Dr. Ir. Bambang Riyanto, M.Sc.
    Bidang Penelitian: Precision Agriculture, IoT, Smart Farming, Agricultural Technology
    Kata Kunci: IoT precision agriculture soil moisture smart irrigation dryland farming sensor networks sustainable agriculture

    Sistem IoT untuk Precision Agriculture di Lahan Kering

    Proyek ini mengembangkan sistem Internet of Things (IoT) terintegrasi untuk pertanian presisi di lahan kering Indonesia, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Sistem ini menggunakan jaringan sensor nirkabel untuk monitoring parameter tanah secara real-time dan sistem irigasi otomatis berbasis data.

    Latar Belakang: Lahan kering di Indonesia menghadapi tantangan keterbatasan air dan kesulitan monitoring kondisi tanah secara manual. Teknologi IoT dapat memberikan solusi untuk optimasi penggunaan sumber daya air dan peningkatan produktivitas pertanian.

    Komponen Utama Sistem:

    • Sensor Network: Soil moisture, pH, NPK, temperature, dan humidity sensors
    • IoT Platform: LoRaWAN untuk komunikasi jarak jauh dengan konsumsi daya rendah
    • Automated Irrigation: Solenoid valves dan pump controllers berbasis data sensor
    • Data Analytics: Machine learning untuk prediksi kebutuhan irigasi optimal
    • Mobile Dashboard: Aplikasi monitoring untuk petani

    Implementasi: Sistem diuji di 10 lahan petani dengan total area 50 hektar untuk tanaman jagung, kacang tanah, dan hortikultura. Hasil awal menunjukkan peningkatan produktivitas 30% dan penghematan air 40%.

    Dampak Sosial Ekonomi: Proyek ini tidak hanya meningkatkan hasil panen tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani melalui efisiensi operasional dan akses pasar yang lebih baik.

    Tujuan Penelitian

    Tujuan:
    1. Mengembangkan sistem monitoring real-time untuk parameter tanah (moisture, pH, NPK, temperature)
    2. Membuat sistem irigasi otomatis berbasis IoT yang water-efficient
    3. Validasi sistem di 10 lahan petani dengan total area 50 hektar
    4. Meningkatkan produktivitas lahan kering minimal 30% dengan efisiensi air 40%
    5. Transfer teknologi kepada 100 petani di NTT dan NTB

    Metodologi

    Metode Penelitian:

    1. Sensor Network Design: Deployment soil moisture sensors, weather stations, dan actuators untuk automated irrigation
    2. IoT Platform: Development platform berbasis LoRaWAN untuk long-range communication
    3. Data Analytics: Machine learning untuk prediction model optimal irrigation timing
    4. Field Testing: Implementasi di lahan jagung, kacang, dan hortikultura
    5. Farmer Training: Program pelatihan dan pendampingan petani

    Tim Peneliti

    Ketua Peneliti

    Dr. Ir. Suryadi Wirawan, M.Agr.

    Anggota Peneliti

    Dr. Ratna Dewi, S.P., M.Si. - Soil Science Expert

    Ir. Bambang Prasetyo, M.T. - IoT Engineer

    Drs. Heru Santoso, M.Si. - Agronomist

    Fitri Rahayu, S.Kom., M.T. - Data Scientist

    Asisten Peneliti

    Dr. Ahmad Fauzi, S.Kom. - IoT Specialist

    Maya Sari, S.T. - Sensor Engineer

    Rizky Pratama, M.T. - Data Analyst

    Fitri Handayani, S.Kom. - Software Developer

    Mahasiswa Terlibat
    S2:

    Andi Saputra - Thesis: Optimization of Sensor Placement in Agricultural Fields

    Maya Lestari - Thesis: Machine Learning for Irrigation Scheduling

    Rizki Fauzi - Thesis: Energy Harvesting for Agricultural IoT Sensors

    S1:

    Budi Hartono (TA: Mobile App Development)

    Siti Aminah (TA: Dashboard Visualization)

    Riko Pratama (TA: Sensor Calibration)

    Kolaborasi

    Mitra Pemerintah
    Kementerian Pertanian RI
    Dr. Ir. Ratna Dewi, M.Si.
    Penyedia dana hibah dan kebijakan dukungan teknologi pertanian
    Pemerintah Provinsi NTT
    Ir. Ahmad Yani, M.T.
    Koordinasi lokasi implementasi dan dukungan regulasi
    Mitra Industri
    PT Telkom Indonesia
    Rudi Hermawan, S.Kom.
    Penyedia infrastruktur IoT dan konektivitas LoRaWAN

    Dampak & Pencapaian

    Pencapaian & Prestasi
    • Sistem berhasil meningkatkan produktivitas jagung dari 4.5 ton/ha menjadi 6.2 ton/ha
    • Penghematan penggunaan air irigasi mencapai 45%
    • Best Innovation Award pada Agro Innovation Fair 2024
    Dampak Sosial

    Proyek ini memberikan dampak signifikan bagi petani lahan kering di NTT dan NTB. Dengan teknologi IoT, petani dapat memantau kondisi lahan secara real-time dan melakukan irigasi yang tepat waktu dan tepat jumlah. Hal ini tidak hanya meningkatkan hasil panen tetapi juga menghemat penggunaan air yang sangat terbatas di wilayah tersebut. Proyek ini juga membuka peluang ekonomi baru dengan meningkatkan pendapatan petani hingga 50%.

    Dampak Ekonomi

    Sistem IoT ini memiliki potensi komersialisasi dengan nilai pasar pertanian presisi global mencapai USD 10 miliar pada 2025. Di Indonesia dengan 7 juta hektar lahan kering, potensi pasar mencapai Rp 50 triliun. ROI untuk petani diperkirakan 6-8 bulan.

    Dampak Kebijakan

    Hasil penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kebijakan pertanian digital dan smart farming di Indonesia. Sistem ini dapat menjadi acuan untuk implementasi teknologi 4.0 di sektor pertanian.

    Progress & Milestone

    Kegiatan Saat Ini

    Aktivitas Saat Ini:

    • Pengembangan aplikasi mobile untuk monitoring real-time
    • Implementasi di 5 lahan tambahan di NTT
    • Pengujian machine learning untuk prediksi cuaca lokal
    • Pelatihan petani di 3 kabupaten
    Langkah Selanjutnya

    Langkah Selanjutnya:

    1. Scale-up ke 20 lahan di 5 kabupaten
    2. Integrasi dengan sistem pertanian digital pemerintah
    3. Pengembangan model bisnis untuk komersialisasi
    4. Replikasi ke lahan kering di provinsi lain

    Media & Dokumentasi

    Link Video

    Tonton Video Dokumentasi

    Link Terkait

    https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0168169918301234

    https://ieeexplore.ieee.org/document/8456789


    Layanan Kami

    Ekstrakulikuler Robotik

    Privat Robotik

    Konsultasi & Pengembangan Proyek

    E-Commerce


    Bolabot

    Jl. Sauyunan VI No.10 Blok F6, Cipadung Kidul, Kec. Panyileukan, Kota Bandung, Jawa Barat 40614, Indonesia

    • +62 812-2775-9579
    • ​
    Ikuti kami

    Copyright © 2026 Bolabot All Right Reserved